Mengutip Deddy Mizwar:

Bangkit itu susah………
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu Takut………
Takut untuk Korupsi
Takut untuk makan yang bukan haknya

Bangkit itu malu……….
Malu menjadi benalu
Malu minta melulu

Bangkit itu Marah………
Marah bila martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu Mencuri…….
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi

Bangkit itu Tidak ada…..
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu aku………..
aku untuk INDONESIAKU

sungguh pesan yang sangat menggugah, dan langsung mencuri perhatian segenap khalayak (minimal, saya). lalu, bagaimana kita bisa bangkit? argumen sederhana diutarakan oleh Arif di blognya. dia mengajak kita untunk bangkit dari hal paling sederhana, yaitu sholat tepat waktu. bangkit untuk menjawab panggilan “Hayya ‘alash shalah, Hayya ‘alash shalah. Hayya ‘alal falah, Hayya ‘alal falah”. “Marilah kita sholat, marilah kita sholat. marilah kita menuju kemenangan, marilah kita menuju kemenangan”

alasannya? Allah menyandingkan Sholat dengan kemenangan. pesan yang sangat sederhana, namun baru saya sadari, hal ini memang benar. Allah menjanjikan kemenangan pada setiap sholat yang ditegakkan. pesan yang sudah dikumandangkan selama lebih dari 1400 tahun diseluruh penjuru dunia ini kenapa baru sekarang saya sadari? apakah karena azan menggunakan bahasa Arab? ataukah karena sudah sebegitu seringnya diulang-ulang, sehingga saya hanya menganggap pesan ini sebagai angin lalu?