alkisah, ada hal yang membuat mahasiswa TI ITB tingkat 3 takut, cemas, tidak bisa tidur, depresi, hancur kehidupan sosialnya, ataupun hal-hal lain yang tidak bisa saya sebutkan. seperti layaknya utusan iblis, momok itu datang dan langsung menghabiskan hidup si mahasiswa. dia membuat teman menjadi musuh, membuat kuliah-kuliah lain menjadi tidak berarti. dia adalah pendusta, 2 SKS tetapi serasa 10 SKS.
di adalah Praktikum Perancangan Teknik Industri (PTI).
praktikum? mungkin. PTI (terutama PTI I–benar, PTI ada di semester 5 dan 6, masing2 dengan sufiks I dan II) adalah implementasi dari mata kuliah yang sudah dipelajari di Teknik Industri ITB. mulai dari Perancangan Sistem Kerja & Ergonomi (PSKE), Proses Manufaktur, untungnya tidak pakai Dasar Perancangan Teknik Industri (DPTI, momok mahasiswa TI tingkat 1 semester 2, makan puluhan korban pada tahun kemaren) dan Konsep Teknologi. PTI akan membuat korban-korbannya kehilangan waktu tidur dan bermain secara signifikan. ketika dia datang, perhatian semua orang akan tertuju padanya. waktu akan tersita penuh olehnya. waktu tidur, main, makan, bahkan sampai waktu kuliah!!!
PTI II lain cerita. nampaknya si penerus PTI I ini tidak segagah ”bapak”-nya. PTI I seram karena dia tidak datang sendirian, dia juga bawa bala bantuan–ABAU, praktikum REE sampah, dll. PTI II agaknya meremehkan lawannyadan cuma datang sendirian.
tetapi walau cuma datang sendirian, PTI II datang dengan membawa persenjataan yang lumayan sakti: mata kuliah yang belum pernah dipelajari mahasiswa TI saat itu!! sudah, kehidupan mahasiswa menjadi hancur-hancuran karena tidak mengerti apa yang harus mereka kerjakan.
tetapi di balik semua kegilaan yang dibawanya, PTI tetap membawa beberapa berkah. sistem tugas kelompok memungkinkan beberapa orang menjalin hubungan lebih daripada sebatas rekan kerja–beberapa mahasiswa akhirnya yakin bahwa salah satu rekan kelompoknya adalah rekan seperjuangan dalam hidup!
PTI, dirimu dinanti dan dibenci…
*) parodi dari Genji Monogatari (Kisah Genji), novel pertama di dunia
14 Juli 2008 at 2:09 pm
[...] tergambar di atas, itulah laporan yang harus saya pelajari. Nampaknya penjumlahan semua laporan PTI saya pun masih kalah dengan tebal laporan itu. 5 menit baca, mata lalu berkunang-kunang. Denyut [...]
15 Juli 2008 at 10:52 pm
[...] Gila. Benar-benar nguli. Rasanya seperti mengerjakan 2 modul PTI dalam semalam. Banyak sekali aspek penulisan yang biasanya saya acuhkan, mendadak menjadi penting: [...]