Dear Diary,

hari ini saya mengerjakan PTI di kosan Anggi, sambil iseng-iseng nonton TV (iseng loh!! TV sudah menyala sejak sebelum saya datang). saat itu saya akhirnya menyadari juga: SINETRON iNDONESIA ITU SAMPAH!!!!

kulaitas akting yang pas-pasan, skenario yang terkesan asal jadi, casting pemain yang kriterianya “hanya modal tampang”, serta yang terakhir: visi yang tidak jelas. saya sudah muak. kenapa sampai ada orang yang rela membuat tontonan semacam ini? alasan yang pertama muncul sudah bisa saya tebak: :karena pasar ingin seperti itu”. huh. sekarang berhala orang bukan lagi patung, tetapi uang. hahahaha. ingin saya hancurkan itu. hancur sampai ke akar-akarnya. musnahkan dari sejarah. lenyapkan dari ingatan orang, bahwa pernah ada benda bernama “sinetron” di dunia ini.

*lega*