yah, obrolan ngalor ngidul dengan Kaca berakhir dengan topik: kebiasaan saya yang suka mengejek orang. yup, mungkin sudah pernah saya bahas, tetapi sekarang saya mau bikin pengakuan!
pepatah lidah lebih tajam dari pedang itu memang benar-benar berlaku. rupanya sadar tidak sadar, saya sudah membuat banyak orang kesal dengan sindiran-ejekan-olokan-maupun-kata-kata-yang-tidak-mengenakkan-dari-diri-saya. contoh yang paling gampang, saya suka sekali menertawakan orang ketika dia sedang mengalami kemalangan. entah apa yang terlintas di pikiran, saya cuma tahu tertawa. baru berpikir. contoh yang lain adalah kebiasaan spontan saya untuk mengejek (atau lebih tepat menghina) jika bertemu orang. satu yang pasti, saya tidak ingat kapan saya terakhir memuji orang. karena lebih sering mengejek, tentunya.
buruk? jelas. walaupun banyak yang bilang ejekan adalah awal persahabatan, rupanya ejekan lebih mirip dengan pedang bermata dua, yang bisa berakibat baik dan buruk. entah mau dibilang kultur orang Indonesia yang suka menjatuhkan, kenyataannya adalah lidah saya memang tajam. saya tidak akan berlindung di balik itu. itu semua memang kesalahan saya yang tidak bisa mengontrol lidah saya.
yasudah, saya benar-benar minta maaf pada semua pihak yang sudah dirugikan akibat kekhilafan saya. betulan. saya berharap kebiasaan ini akan terganti menjadi kebiasaan mengatakan hal-hal yang baik. maafkan saya, ya…
27 Maret 2008 at 8:53 am
ALHAMDULILLAAAAAAAAAAAAAAAAAH tobat jugaaaaa hyahahaha
28 Maret 2008 at 1:12 am
amiiin!!!
28 Maret 2008 at 9:16 am
doakan ya biar selalu konsisten
2 April 2008 at 1:15 pm
Hahahaa. Tahpapa :p
2 April 2008 at 1:46 pm
@ echi:
bukannya ngedukung malah ngelecehin.. awas loh!
tulisan di atas ga akan berlaku buat kamu