Kita berdua hanya berpegangan tangan, tak perlu berpelukan. Kita berdua hanya saling bercerita, tak perlu memuji. Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu.
Jatuh cinta itu biasa saja.
Saat cemburu, kian membelenggu, cepat berlalu…
Jatuh cinta itu biasa saja.
Kita berdua tak pernah ucapkan maaf, tapi saling mengerti. Kita berdua tak hanya menjalani cinta, tapi menghidupi. Jika jatuh cinta itu buta, berdua kita akan tersesat, saling mencari di dalam gelap. Kedua mata kita gelap, lalu hati kita gelap.
Jatuh cinta itu biasa saja.
23 Maret 2008 at 4:47 pm
Setuju!
Tapi kalau pake berpelukan lebih asyik, hehe..
BTW parah bgt loe, nggak naruh link ke blog gua
1 April 2008 at 8:40 am
tuh udah gw taro…
asyik? hmmm… dasar…
2 April 2008 at 1:02 pm
Kalau sudah tau cinta biasa saja,
Lantas kenapa menggambarkan cinta dengan kata-kata yang luar biasa?
Diksi yang bagus. Gue suka.
2 April 2008 at 1:44 pm
hehehe.. kredit untuk Efek Rumah Kaca atas lagunya yang luar biasa…
20 April 2008 at 1:56 pm
hhuhuhuu…
sukaa laguu ituu.
knapa sii harus JATUH CINTA ITU BIASA SAJA??
koz jatuh cinta itu gag biiasa.
hhihikss..
mkasii iia buuat efek rumah kaca koz sabtu 5 april 2008 kmaren udaa dateng kskula gw buuad ngisi pensi 55.
ada kenangan bersama diia waktu hujan itu tiba.
3 Juni 2008 at 6:23 am
akhinya kutemukan dari mana gerangan kata2 itu datang…:D
6 Juni 2008 at 9:42 am
@elchecago: emang sebelumnya denger darimana??
9 Juni 2008 at 11:51 am
bagus euy..
jadi males jatuh cinta
nikah sajalah ya..
26 Mei 2009 at 6:21 am
@ Siegfried >> seorang kawan ngirim puisi itu ke aku..:)