Selasa, 5 Februari 2008
Sepatu saya hilang!!!!
sehabis solat di mushola IF, saya menyadari sesuatu yang aneh: sepatu saya lenyap, tanpa bekas, tanpa jejak, tanpa keterangan, hanya menyisakan kesedihan di hati ini. maklum, sepatu baru. Jack Purcell putih, Rp 229.000, dibeli dengan memohon-mohon pada Ibu.
sedih. sedih. sedih.
terbersit perasaan di hati, ingin saya cekik si pencuri itu. cari keliling ITB, tidak ketemu juga. yah, mana ada maling sepatu yang langsung memamerkan barang curiannya di depan si korban? yasudahlah. untuk menghilangkan kekesalan, saya cuma curhat dengan Nila. yasudah, konklusi hari itu hanya merelakan kehilangan sepatu tersayang itu. Deus Vult.
Minggu, 10 Februari 2008
Sepatu saya ketemu!!!!
dalam perjalanan menuju tempat DAT, saya melihat sebuah sepatu Jack Purcell putih di sebuah tukang loak di seputaran Cihapit. sepatu saya? belum tentu. Jack Purcell putih ada banyak sekali di dunia ini. walau begitu, tapi ada sebuah perasaan rindu kepada sepatu yang hilang itu, jadi saya turun dari mobil, dan mampir ke tukang loak itu. saya minta izin untuk mencobanya. sepatu putih itu disumpal dengan kertas koran. begitu saya buka sumpalannya, tampak sesuatu yang menjadi kegembiraanku: kaos kaki saya yang tercuri bersama sepatu itu, muncul dari dalam sepatu itu! dengan ini, jelaslah bahwa sepatu putih itu, Jack Purcell putih itu, memang milik saya.
senang. senang. senang.
lalu saya bilang ke tukang loaknya, mengklaim kepemilikan sepatu itu. bukti tersedia, si tukang loak akhirnya mengerti. maklum, kebanyakan tukang loak suka dijadikan “penadah” oleh si maling. jadi saya beri dia Rp. 50.000, dan sepatu pun berpindah tangan. sepatuku sayang, menghilang selama 5 hari, akhirnya kembali lagi. dengan biaya menginap Rp. 50.000. Deus Vult.
*) Deus vult (Latin, God wills it) was the cry of the people at the declaration of the First Crusade by Pope Urban II at the Council of Clermont in 1095. The phrase appears variously as deus vult, (Classical Latin) dieu le veut, (French) deus lo vult (medieval Vulgar Latin), etc.
13 Februari 2008 at 11:53 am
ini blog nya fritz ya??
kalo iya, awak add ya, ini xnov…
13 Februari 2008 at 10:30 pm
ahahaha!!! sama dix, gw juga pernah ilang sepatu di salman, baru gw pake 2kali!!! itu waktu PSB, gw tingkat2. tapi bedanya, gw ga nemu sepatu gw hiks!!!
15 Februari 2008 at 10:56 pm
wahh. . nemu blog ka radix!
prsaan wktu nkk bkk jg sempet ilang sepatu? hweheheeee.. hobi bgt,ka ;D
18 Februari 2008 at 3:07 pm
@amalia: kmaren tuh cuma lupa tempat naro ajaa…hahaha…ayo menulis blog!!!
2 Maret 2008 at 8:57 pm
wuih,,,, ilang di mushola IF,,, serem deh…
eniwei jodoh banget ma sepatu loh hahaha,,,’lu emang setia,,, hahaha
2 Maret 2008 at 9:44 pm
Senangnya ya dix, bisa ketemu sepatu.
ge juga pernah ilang sepatu didepan sekre MB.
sepatu biru yang gw beli sukses dari pembelian online pertama gw waktu jadi xchnge student.
yang betenya, dari beberapa pasang sepatu yang disimpen disitu, cuman yang gw yang diembat.
emang tukang malak sepatu tau barang bagus..
3 Maret 2008 at 8:05 am
@fitra: bersihin tuh mushola IF dari maling2
@nina: kasiaaan..hahaha…semoga diganti dengan yang lebih baik